Hukum Makan & Minum Sambil Berdiri Bagian 1

Banyak yang beranggapan makan dan minum harusah dilakukan dengan cara dusuk. Dan haram dilakukan dengan berdiri ataupun sambil berjalan. Sebenarnya bagaianakah hokum sesungguhnya dari Makan dan Minum ini sambil berdiri atau jalan ? apakah memang diperbolehkan? Mari kita mengkaji masalah ini.

1. Hukum Minum sambil berdiri.

Banyak dalil yang menerangkan Nabi Shollallohu A’laihi wasallam melarang minum dengan berdiri diantarnaya adalah :

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh melarang dari minum sambil berdiri.” (HR. Muslim no. 2024).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِىَ فَلْيَسْتَقِئْ

Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya5 dia muntahkan.” (HR. Muslim no. 2026)

Namun ternyata banyak pula riwayat yang menerangkan kebolehan minum dengan berdiri, diantaranya adalah :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما قَالَ : سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ

Dari Ibnu Abbas –Semoga Allah meridhoi mereka berdua- : Aku pernah memberikan minum kepada Rosululoh shallallahu ‘alaihi wa sallam  dengan Air Zamzam dan beliau meminumnya dalam keadaan berdiri ( Hr Al-Bukhory no 1637& Muslim 2027 ) .

عن عَلِيّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أنه شَرِبَ قَائِمًا ثم قَالَ : إِنَّ نَاسًا يَكْرَهُ أَحَدُهُمْ أَنْ يَشْرَبَ وَهُوَ قَائِمٌ ، وَإِنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ كَمَا رَأَيْتُمُونِي فَعَلْتُ .

Dari Ali Bin Abi Tholib –Semoga Allah meridhoinya- bahwasanya beliau minum sambil berdiri, kemudian beliau berkata : Sesungguhnya manusia membenci seseorang yang minum sambil berdiri. Padahal Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Melakukan sebagaimana kalian melihat Aku melakukannya ( Minum sambil berdiri ) ( Hr Al-Bukhory no 5615 )

أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ شَرِبَ قَائِمًا ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ النَّاسُ كَأَنَّهُمْ أَنْكَرُوهُ فَقَالَ : مَا تَنْظُرُونَ ! إِنْ أَشْرَبْ قَائِمًا فَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَائِمًا ، وَإِنْ أَشْرَبْ قَاعِدًا فَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَاعِدًا . قال أحمد شاكر في تحقيق المسند : إسناده صحيح اهـ

Seungguhnya Ali Bin Abi Tholib -Semoga Allah meridhoinya- minum dalam keadaan berdiri. Maka manusiapun memperhatikannya, seakan-akan mereka mengingkari apa yang dilakukan oleh Ali Bin Abi Tholib. Lantas beliau mengatakan :”Mengapa kalian melihatku seperti itu ? jika Aku minum sambil berdiri, maka sungguh Aku pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun minum sambil berdiriDan jika Aku minum sambil duduk, Maka Akupun pernah Melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Juga minum sambil Duduk. ( Hr Ahmad no 767, Dan sanadnya Shohih sebagaimana yang dikatakan oleh Syekh Ahmad Syakir )  .

وروى الترمذي (1881) عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما قَالَ : كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَمْشِي ، وَنَشْرَبُ وَنَحْنُ قِيَامٌ . صححه الألباني في صحيح الترمذي .

Dari Ibnu Umar -Semoga Allah meridhoi mereka berdua-, beliau berkata : Kami di Zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah makan dalam keadaan berjalan, dan juga minum dalam keadaan berdiri. ( Hr At-Tirmidzy no 1881 , Hadits ini dinilai Shohih oleh Syekh Al-Albany dalam Shohih Attirmidzy )

Dari penjabaran diatas, terkumpulah riwayat-riwayat yang shahih baik itu yang membolehkan minum sambil berdiri atau yang melarangnya. Dan karena riwayat – riwayat tersebut terkesan kontradiktif sehingga para ulama terbagi pendapatnya menjadi beberapa pendapat, dan yang masyhur adalah 2 pendapat berikut ini :

  1. Hukumnya Sekedar makruh saja ( Makruh Tanzih ), ini adalah pendapatnya Al-Imam An-Nawawy, Ibnu Batthol, Ibnu Hajar Al-‘Asqolany dan yang lainnya.
  2. Hukumnya adalah boleh-boleh saja. Dan ini adalah pendapatnya Jumhur Ulama, sebagaimana yang dinukil oleh Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asolany perkataan Al-Maziri, beliau mengatakan :

قَالَ الْمَازِرِيّ : اِخْتَلَفَ النَّاس فِي هَذَا ، فَذَهَبَ الْجُمْهُور إِلَى الْجَوَاز ، وَكَرِهَهُ قَوْم

“Para ulama berselisih pendapat tentang masalah ini. Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat boleh (makan dan minum sambil berdiri). Sebagian lainnya menyatakan makruh (terlarang).” (Lihat Fathul Bari, 10: 82)

Jika kita meninjau hadits-hadits diatas, maka pendapat Jumhur adalah yang paling kuat tentang kebolehannya. Disebabkan banyak riwayat yang menerangkan Nabi Shollallohu alaihi wasallam dan para sahabat minum dalam keadaan berdiri. Adapun jawaban dari Hadits Nabi yang menyuruh memuntahkan Air jika lupa minum dalam keadaan berdiri. Maka ini hanya sekedar Irsyad saja ( Saran dan anjuran ) dan bukan pengharaman. Wallohu a’lam

Jadi, boleh-boleh saja minum sambil berdiri, hanya saja yang paling utama tentu sambil duduk.

Lalu bagaimana hukumnya makan dalam keadaan berdiri atau bahkan sambil berjalan ? Pembahasannya Insya Allah akan menyusul….

 

Ditulis oleh: Ustadz Fajri Hidayat, Lc

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top